Setelah gempa mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026), aktivitas pariwisata di beberapa kawasan Nusa Tenggara Timur menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Sumber di lapangan melaporkan pembukaan kembali sejumlah simpul transportasi dan destinasi utama, sementara beberapa wilayah masih ditutup untuk kunjungan.
Kondisi akses dan destinasi yang kembali beroperasi
- Transportasi dan pelabuhan
- Pelabuhan Marina Labuan Bajo telah beroperasi normal dan akses pelayaran ke Taman Nasional Komodo kembali dibuka, menurut pemantauan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) yang dikutip Kementerian Pariwisata.
- Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere tetap beroperasi sehingga wisatawan masih dapat terbang ke Maumere, sesuai laporan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) NTT.
- Destinasi yang kembali dibuka
- Taman Nasional Komodo, termasuk lokasi wisata di Pulau Padar, Loh Liang (Pulau Komodo), Loh Buaya (Pulau Rinca), serta Gili Lawa, dilaporkan kembali melayani kunjungan.
- Jumlah kunjungan ke kawasan-kawasan tersebut tercatat lebih dari 2.000 orang per hari pada Senin (17/8/2026), menurut data yang disampaikan Kementerian Pariwisata.
- Pulau Kelor dan Kampung Adat Todo di Manggarai tetap ramai dikunjungi; Batu Cermin telah dibuka kembali sejak Minggu (16/8/2026), kata Biro Komunikasi Kemenpar.
- Wilayah yang masih ditutup
- Sejumlah kawasan pariwisata di Flores, khususnya di kabupaten Manggarai, Ende, dan Sikka, masih ditutup. Desa Waerebo dan Danau Kelimutu dilaporkan belum menerima kunjungan wisata.
Dampak pada usaha perhotelan dan restoran
- Kerusakan beragam
- Beberapa hotel mengalami kerusakan berat. Contoh yang dilaporkan adalah Hotel Jayakarta di Labuan Bajo. Laporan lain menyebut kerusakan ringan seperti kaca pecah di Nagekeo dan retakan dinding di Mbay serta beberapa lokasi di Ngada.
- Data pasti jumlah hotel dan restoran terdampak serta estimasi kerugian belum tersedia karena komunikasi sempat terputus dan pendataan masih berlangsung, kata Ketua BPD PHRI Hansel Liyanto.
- Dampak operasional
- Beberapa hotel ditutup sepenuhnya karena kerusakan parah, sehingga reservasi dialihkan atau tamu mencari akomodasi alternatif. Ketua DPD Asita NTT Oyan Kristian menyebut ada kamar yang sebelumnya dijual akhirnya ditutup.
Kebutuhan dan langkah yang diminta pelaku usaha
- Permintaan dari pelaku usaha
- PHRI meminta percepatan pendataan kerusakan dan kemudahan akses pembiayaan untuk perbaikan fasilitas terutama bagi hotel dengan kerusakan cukup berat, menurut Hansel Liyanto.
- Asita NTT meminta Kementerian Pariwisata menerbitkan surat pernyataan resmi yang menjelaskan kondisi Labuan Bajo dan sekitarnya aman untuk menerima wisatawan. Oyan Kristian menilai surat resmi semacam itu akan memberikan kepastian bagi wisatawan dan pelaku industri.
- Penanganan korban dan wilayah terpencil
- Oyan juga menyerukan agar pemerintah cepat menjangkau daerah terpencil yang terdampak karena masyarakat di wilayah tersebut dilaporkan menjadi korban paling terdampak.
Situasi keselamatan dan rekomendasi operasional (berbasis laporan yang ada)
- Indikator kelayakan wisata menurut pelaku usaha
- Menurut pelaku industri perjalanan, tolok ukur kelayakan berwisata antara lain jika penerbangan tetap beroperasi, bandara tidak ditutup, dan taman nasional dibuka; kondisi tersebut dianggap memungkinkan kelanjutan aktivitas wisata, kata Oyan Kristian.
- Catatan bagi pemangku kepentingan
- Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan status tanggap darurat bencana. Koordinasi antara pemerintah pusat, Kemenpar, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terus dilakukan, menurut laporan.
- PHRI terus melakukan pendataan dan koordinasi dengan anggota di daerah untuk memastikan kebutuhan pelaku usaha teridentifikasi.
- Hal-hal yang perlu diverifikasi lebih lanjut
- Informasi lengkap tentang jumlah fasilitas pariwisata rusak dan estimasi biaya perbaikan masih dalam pengumpulan. Angka-angka itu belum final dan perlu diverifikasi lapangan lebih lanjut, sesuai keterangan PHRI.
- Kondisi rasa aman untuk wisatawan dinilai relatif oleh pelaku usaha berdasarkan pembukaan fasilitas; pengunjung dan agen perjalanan disarankan memeriksa informasi terkini secara langsung sebelum merencanakan perjalanan.
Kesimpulan
Aktivitas pariwisata di beberapa titik strategis NTT, khususnya Labuan Bajo dan bagian dari kawasan Taman Nasional Komodo, menunjukkan pemulihan setelah gempa 15 Agustus 2026. Namun sejumlah destinasi di Flores tetap ditutup dan sejumlah hotel masih terdampak kerusakan. Pelaku usaha meminta percepatan pendataan, kemudahan akses pembiayaan untuk perbaikan, serta pernyataan resmi dari Kementerian Pariwisata untuk memberi kepastian kepada wisatawan. Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat dan koordinasi penanganan terus berlangsung.