Savana Pulau Kenawa Hangus Terbakar, 5 Hektare Area Wisata Terdampak

Kebakaran Melanda Pulau Kenawa NTB, Area Savana Hangus Terbakar

Awal kejadian dan lapangan singkatKebakaran lahan terjadi di Pulau Kenawa, Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu, 4 Oktober 2026. Kebakaran dilaporkan mulai sekitar pukul 09.00 WITA di hamparan rumput kering yang merupakan kawasan savana di pulau tersebut. Luas pulau dilaporkan sekitar 15 hektare, dengan area yang terbakar diperkirakan sekitar 5 hektare.

Rekaman kejadian sempat beredar di media sosial dan memicu respons cepat dari masyarakat, wisatawan, serta aparat setempat. Tidak ada permukiman penduduk yang terdampak karena Pulau Kenawa tidak berpenduduk, namun beberapa fasilitas penunjang pariwisata seperti lapak UMKM, penjualan air, penginapan sementara, dermaga, dan lokasi perahu lokal berada di pulau tersebut.

Kronologi penanganan

1. Waktu kejadian dan respons

• Sekitar pukul 09.00 WITA kebakaran pertama kali dilaporkan.

• Sekitar pukul 11.00 WITA masyarakat dan wisatawan melakukan pemadaman awal dengan air laut dan berhasil memadamkan api sementara.

• Kobaran muncul kembali karena kondisi rumput yang kering dan angin yang cukup kencang.

2. Aksi aparat dan instansi terkait

• Sekitar pukul 11.30 WITA Kapolsek Poto Tano bersama anggota serta personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda NTB dan pemerintah Desa Poto Tano bergerak menuju lokasi.

• Tim tercatat tiba di lokasi sekitar pukul 12.10 WITA dan melakukan upaya pemadaman dengan memutus jalur api.

• Sekitar pukul 12.50 WITA Kapolsek berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumbawa Barat dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumbawa Barat untuk dukungan personel dan peralatan, termasuk mesin pompa air. Menurut pernyataan BPBD, api berhasil dipadamkan setelah koordinasi dan penanganan tersebut.

Dugaan penyebab dan status penyelidikan

Berdasarkan laporan awal kepolisian, kebakaran diduga bermula dari puntung rokok yang dibuang ke rumput kering. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa Barat, Abdullah, menyatakan penyebab dan kronologi masih dalam pendataan sehingga penyebab resmi belum dipastikan. Perbedaan antara dugaan awal kepolisian dan kehati-hatian pernyataan BPBD tercatat pada tahap awal penyelidikan.

Peran pihak dan koordinasi lapangan

1. Aparat kepolisian

• Kapolsek Poto Tano memimpin respon lapangan dan koordinasi awal.

• Anggota Polsek serta personel Ditpolairud Polda NTB turut membantu pemadaman di lokasi.

2. Pemerintah daerah dan penanggulangan bencana

• Pemerintah Desa Poto Tano dan pihak kecamatan terlibat dalam respon lapangan.

• BPBD Kabupaten Sumbawa Barat melakukan pendataan kronologi dan penyebab serta berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumbawa Barat untuk dukungan personel dan peralatan.

3. Masyarakat dan wisatawan

• Masyarakat setempat dan wisatawan sempat melakukan pemadaman awal menggunakan air laut. Aksi ini membantu menahan laju api sebelum dukungan instansi datang.

Dampak terhadap kawasan wisataKebakaran memusnahkan hamparan savana yang selama ini menjadi daya tarik wisata Pulau Kenawa. Luas yang terbakar diperkirakan sekitar 5 hektare dari total pulau sekitar 15 hektare. Karena pulau tidak berpenduduk, tidak ada rumah warga yang terdampak, namun fasilitas penunjang pariwisata mendapat risiko kerusakan atau gangguan operasional akibat kebakaran dan asap.

Rekaman kebakaran tersebar di media sosial dan berkontribusi pada cepatnya respon warga dan aparat, tetapi juga berpotensi mempengaruhi kunjungan wisata dalam jangka pendek. Dampak ekonomi spesifik pada pedagang lokal atau operator perahu belum didata secara rinci oleh pihak berwenang pada saat pelaporan awal.

Faktor yang mempercepat penyebaran api

• Rumput kering di area savana meningkatkan risiko pembakaran cepat.

• Kondisi angin yang cukup kencang diduga mempercepat meluasnya api.

• Adanya aktivitas manusia di pulau sebagai destinasi wisata menambah kemungkinan titik awal kebakaran, sesuai dugaan awal kepolisian mengenai puntung rokok.

Hal yang masih dalam pendataan atau membutuhkan verifikasi

1. Penyebab pasti kebakaran

• BPBD menyatakan penyebab masih didata. Dugaan awal kepolisian tentang puntung rokok tidak sama dengan penentuan penyebab resmi.

2. Kerugian materiil dan ekonomi

• Angka kehilangan atau kerusakan fasilitas pariwisata serta estimasi kerugian belum tersedia secara rinci dan perlu diverifikasi lebih lanjut oleh instansi terkait.

3. Dampak lingkungan jangka menengah

• Luas pemulihan vegetasi dan waktu pemulihan ekosistem savana tidak disampaikan dalam laporan awal sehingga memerlukan kajian lanjutan.

Bagian-bagian di atas disebut sebagai hal yang perlu divalidasi dengan data lapangan atau laporan resmi lebih lanjut.

Kesimpulan

Kebakaran lahan di Pulau Kenawa pada 4 Oktober 2026 menghanguskan sekitar 5 hektare savana dan memicu respons gabungan masyarakat, wisatawan, aparat kepolisian, Ditpolairud Polda NTB, pemerintah desa, BPBD, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumbawa Barat. Dugaan awal kepolisian menyebut puntung rokok yang dibuang ke rumput kering sebagai penyebab, namun BPBD menyatakan penyebab resmi masih dalam pendataan. Api berhasil dipadamkan setelah koordinasi dan dukungan peralatan, sementara dampak lengkap terhadap fasilitas wisata dan lingkungan masih memerlukan pendataan lebih lanjut.

Lihat postingan selengkapnya di bawah ini :

https://www.instagram.com/reel/DeEdkDRPbpI/?stkn=ZjBzc3NxeGFreTR1